Perempuan Kecamatan Tiris Kendat di Lemari, Saat Ditinggal Berkebun

Notification

×

Iklan

Iklan

Perempuan Kecamatan Tiris Kendat di Lemari, Saat Ditinggal Berkebun

Minggu, 07 Maret 2021 | 10.48 WIB Last Updated 2021-03-07T03:48:06Z

Tenaga kesehatan Puskesmas Tiris mengecek jasad Halimi yang ditemukan meninggal gantung diri, Sabtu (6/3). (Foto : Polsek Tiris)

Probolinggo - Warga Dusun Tunggangan, Kabupaten Probolinggo, digegerkan dengan kabar yang tak sedap yang dilakukan oleh tetangganya, Halimi. Perempuan 25 tahun tersebut, sabtu (6/3) siang, ditemukan tergantung di dalam lemari di kamarnya.


Saat kejadian tersebut, Halimi tinggal seorang diri dalam rumahnya. Tak berselang lama, datang keponakannya, Pipik yang berusia 8 tahun, bersama-sama anak angkat korban, Hapik berusia 3 tahun. Melihat kondisi rumah yang sepi, keduanya memanggil-manggil korban. Karena tidak mendapatkan jawaban, mereka pun masuk ke dalam kamar.


Saat masuk kedalam kamar itulah, kedua bocah tersebut melihat korban telah tergantung. Melihat kondisi seperti itu, sontak Pipik berteriak dengan kerasnya hingga mengundang perhatian para tetangganya. "Pukul 11.30 kami mendapatkan laporan dari warga, saat itu juga kami mendatangi TKP (Tempat kejadian perkara). Kami juga telah meminta keterangan dari dari warga yang mengetahui kejadian tersebut sebagai saksi," ujar Kapolsek Tiris, Iptu Agus Supriyanto.


Dari keterangan saksi, disaat kejadian, rumah korban memang dalam keadaan sepi. Sedangkan orang tua korban lagi berada di kebun yang tak jauh dari rumah korban. Sementara itu, suami korban juga berada di pulau bali untuk bekerja.


"Saat ditemukan korban sudah tergantung didalam kamar. lebih tepatnya berada didalam lemari dengan menggunakan tali tampar berwarna merah. Telah kami amankan sebagai barang bukti," jelasnya.


Menurut keluarga korban, awal mulanya korban ikut bersama suami yang bekerja Bali. Menurut keterangan dari Agus, Korban dalam masa pengobatan yang diduga mengalami gangguan kejiwaan. Dalam masa pengobatan, korban pernah ikut bersama suami yang bekerja di Bali, namun kondisi kejiwaannya belum stabil hingga pada akhirnya dibawa pulang kerumah orang tuanya. "Menurut pengakuan dari orang tua maupun tetangga, diduga korban mengalami gangguan kejiwaan," ujarnya.


Pihak kepolisian dari polsek Tiris akan melakukan otopsi terhadap korban. Tapi, upaya tersebut ditolak oleh keluarga. Mereka pun membuat surat pernyataan sebagai bentuk keberatan jika harus diotopsi.


"Saat Puskesmas Tiris melakukan pemeriksaan terhadap korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada diri korban," pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update