![]() |
| Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Foto: detiknews.com) |
"Terkait Rakor kita semalam Kan sudah kita informasikan, seluruh DPC (di Jatim) menghadiri rakor yang diselenggarakan DPD. tidak ada satupun DPC yang mendukung KLB, jadi dengan hasil tersebut sudah bisa ditebak pandangan kita tentang dasar dari KLB tersebut, tidak bisa disebut dengan KLB, dasar kegiatan yang di selenggarakan di Deli Serdang (Sumatera Utara) tersebut," ujar Emil kepada buletinjatim, Jumat (5/3/2021).
Emil sapaan akrab Emil Elestianto Dardak menekankan KLB tersebut tidak mendapatkan dukungan dari pengurus yang memiliki suara sah, Jatim termasuk didalamnya. Emil meyakinkan, pihaknya menolak KLB dan mendukung Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berdasar Kongres partai tahun 2020 lalu.
"Betul, pemegang suara sahnya tidak ada yang mendukung kok dari Jawa Timur. Kita menolak, semua (DPD maupun DPC) mengikuti rapat koordinasi tidak ada yang mendukung KLB. Semua mendukung AHY sebagai pemimpin yang SAH," tegasnya.
Wagub Jatim ini mengutarakan, DPD Demokrat Jatim terus berkoordinasi dengan seluruh DPC di Jawa Timur.
"Ya kita selalu berkoordinasi namun di sisi lain ya sudah sangat jelas dasar dari KLB tersebut bisa kita nilai secara jelas. Kami juga mengamati seluruh DPD se-Indonesia, menurut saya hampir semuanya kompak mendukung kepemimpinan Mas AHY," terangnya.
Suami Arumi Bachsin ini menyampaikan DPD Demokrat Jatim kompak. Pihaknya tetap mengamati bila ada kader yang tidak memiliki suara sah namun tetap nekat menuju ke KLB.
"Sangat kompak alhamdulillah Jatim juga. Yang punya suara sah juga tidak ada yang menuju ke KLB, kita juga tidak tahu jika ada 1-2 orang yang berangkat, tetap kita pantau, seluruh pengurus DPD, DPC semua kompak," tandasnya.
Diketahui sebelumnya, Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) yang di inginkan beberapa pihak memilih Moeldoko sebagai Ketua Umum. Hal ini berdasarkan hasil pemilihan yang dilangsungkan saat KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.
"Kongres Luar Biasa Partai Demokrat menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, memperhatikan, memutuskan, menetapkan pertama, dari calon kedua tersebut atas voting berdiri, maka Pak Moeldoko ditetapkan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat Periode 2021-2025," kata pimpinan sidang Jhoni Allen Marbun saat membacakan putusan sidang pleno di The Hill Hotel and Resort, Deli Serdang, Jumat (5/3/2021).
