![]() |
| Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya |
Dispendik Surabaya telah melakukan pendataan jauh sebelum tahun ajaran baru di mulai. Pendataan tersebut bertujuan untuk mendapatkan beberapa informasi jumlah siswa SD yang akan lulus maupun kapasitas daya tampung sekolah di tingkat SMP.
Hasilnya, siswa SD yang akan lulus sejumlah 46.576 siswa, sementara daya tampung SMP Negeri maupun Swasta hanya ada 41.440. Artinya dari jumlah siswa serta daya tampung terdapat selisih 5.135 siswa yang tidak bisa mendapatkan quota sekolah pada tahun ajaran baru nantinya.
Pemerintah Kota pun berusaha supaya 5.135 siswa bisa tertampung di sekolah SMP. Solusinya, meminta lembaga pendidikan swasta agar lebih mengambil peran.
"Pemerintah Kota berharap, sekolah swasta agar menambah kapasitas ruang kelas dan guru serta peningkatan kualitas tenaga pengajar, karena semua anak di Surabaya wajib sekolah," ujar Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya pada wartawan, Kamis (11/3/21).
Untuk menampung 5.135 siswa, SMP Swasta di minta melakukan evaluasi. Apabila dibutuhkan tambahan kelas, Pemerintah Kota meminta agar segera dibangun. Jika ada rung kelas yang belum dipakai, nantinya ruangan tersebut bisa digunakan sebagai ruang kelas.
"Untuk menangani siswa yang masih belum mendapatkan sekolah agar dilaksanakan secara cepat. Pihak sekolah harus dengan cepat melakukan pendataan. Jika siap, segera diambil," jelasnya
Tidak hanya ruang kelas yang harus disiapkan. Sarana dan prasarana serta kebutuhan tenaga guru harus mencukupi. Penambahan guru sangat dibutuhkan, terutama bagi sekolah yang akan menambah kelas baru. Maka dari itu, sekolah harus cepat untuk mempersiapan segala sesuatunya.
